Darurat Asap Belum Usai, Warga Kalbar Kini Dihadapkan Krisis Air Bersih!!

  • Bagikan
Darurat Asap Belum Usai, Warga Kalbar Kini Dihadapkan Krisis Air Bersih!!

 

Nadi Berita.id // ; KALIMANTAN BARAT — 29/08/2026
Persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat belum sepenuhnya berakhir. Bahkan semakin parah dampaknya,

Akibat kemarau berkepanjangan Di tengah kondisi udara yang masih dikeluhkan masyarakat,

Mengakibatkan parahnya kebakaran lahan (karhutla) di kalimantan barat semakin parah sesaknya udara yang bercampur asap ini sangat mengganggu aktifitas dan kesehatan,

Tercatat sepanjang tahun kemarau dan kebakaran dikalimantan barat, ditahun 2026 ini yang paling parah dirasakan warga masyarakat dampak dari kemarau dan kebakaran hutan (Karhutla) ,

Berbagai upaya dan antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten kota dan Provinsi kalimantan Barat, bahkan beberapa organisasi dari beberapa Lembaga juga ambil peduli dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,

Namun upaya yang dilakukan hanya berdampak minim persentase hasil dari aktivitas yang dilakukan, kini masyarakat hanya pasrah dan berharap kepada pemerintah daerah dan pusat, ada bentuk upaya dalam penanggulangan bencana asap,kemarau dan krisis air bersih guna untuk di konsumsi,

Di tempat lain juga LPK-RI Kalimantan Barat Mulyadi pada 29/8/2026 saat diwancarai media mengatakan.

Pemerintah harus lebih agresif dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap Publik, dimana saat ini bisa dikatakan status bahayanya kemarau tahun ini Krisis dan siaga II,

Kenapa, karna kemarau ditahun ini sudah hampir melangkah arah Bulan ketiga, dan dampaknya semakin parah kalau tidak ditangani secara extra bisa berakibat lebih fatal,

Karna tim infestigasi sudah kami turunkan di beberapa wilayah di kabupaten kota se kalimantan barat untuk menyelidiki status kebakaran hutan serta minimnya sarana air bersih yang dimana kerisis air bersih ini yang di konsumsi langsung oleh masyarakat sebagai kebutuhan prioritas.

Hal tersebut sudah menunjukkan gejolak di beberapa titik lokasi di kalimantan barat, kurangnya pasokan air bersih dari Pemerintah. apalagi akibat kemarau mengakibatkan di area pesisir khususnya. berbondong-bondong antri air galon. Dimana air sungai sangat asin,

Antisipasi ini di khususkan karna kebutuhan air bersih sebagai air yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat, seperti di kecamatan Batu Ampar, masyarakat sudah mulai mengkonsumsi air dalam sumur, dimana air gunung atau air yang di tampung Embung sudah kering [ hasil laporan tim infestigasi]

Mulyadi mengatakan. Kami tidak mengintervensi kinerja pemerintah dalam hal ini namun kami berbicara sesuai data dan fakta, bahwa penanganan pendistribusian air bersih kepada masyarakat memang sangat minim ini bukan hoaxs, tapi memang ini dari hasil keluhan masyarakat.

Kami hanya mengingatkan pemerintah apapun judul nya ini menjadi tugas utama dalam pelayanan apalagi ini bisa di statuskan siaga, statusnya.

Dalam sejarah kabut asap. Dan krisis air minum di tahun 2026 ini menjadi sejarah yang tercatat bagaimana ke arifan pemerintah dalam kinerjanya, menangani keluhan masyarakat.

Kami selaku mitra kerja pemerintah juga juga berharap, dalam waktu dekat pemerintah dapat menyalurkan air bersi di beberapa tempat yang menjadi prioritas, kebutuhan  masyarakat.

Masyarakat / Rakyat. menunggu kepedulian dan memantau langkah langkah pemerintah dalam mengantisipasi yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat ditengah tengah krisis kabut asap dan krisis air bersih di kalimantan barat ini tutup [Mulyadi]

[Tim – investigasi] MM008

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *