Kubu Raya, 12 Agustus 2026 — Lebih dari dua tahun berlalu sejak Kepala Desa Sungai Nibong, Kecamatan Telok Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, mulai memimpin. Namun hingga kini, warga menyampaikan keprihatinan mendalam: nyaris belum ada pembangunan yang layak dirasakan masyarakat. Kondisi ini memicu kekhawatiran, bahkan warga perlahan mulai meninggalkan desanya.
Berbagai keluhan menumpuk dan belum terselesaikan. Salah satu yang paling menyakitkan adalah keadaan infrastruktur. Jalan yang dulunya menjadi urat nadi kehidupan warga—jalan penghubung ke desa tetangga yang paling dekat, jalan yang setiap hari dilewati nelayan membawa hasil tangkapan laut, jalan yang menjadi satu-satunya tumpuan keluarga yang hendak pulang-pergi—kini berubah menjadi semak belukar lebat, tidak terawat, dan nyaris mustahil dilewati.
“Dulu jalan itu sangat mudah dilalui. Sekarang sudah seperti hutan sendiri. Kami tidak mengerti, mengapa pemerintah desa tidak menyentuh jalan sekecil apa pun? Mengapa sudah lebih dua tahun memimpin, namun tidak ada perubahan yang terlihat nyata di depan mata kami?” ungkap perwakilan warga dan nelayan pesisir Desa Sungai Nibong dengan nada kecewa.
Warga menegaskan, keadaan ini bukan sekadar kerusakan biasa, melainkan bukti nyata bahwa kepemimpinan selama lebih dari dua tahun berjalan tanpa arah pembangunan yang jelas. Jalan yang dulu menjadi tumpuan hidup warga kini dibiarkan rusak dan tertutup semak belukar, seolah-olah desa ini tidak pernah menjadi tanggung jawab siapa pun.
“Kami mempertanyakan: ke mana saja perhatian dan kewajiban Kepala Desa Sungai Nibong selama ini? Mengapa sarana yang paling mendasar saja dibiarkan rusak hingga tidak bisa dipakai lagi? Apakah pemerintah desa hanya berdiri tanpa bekerja, hanya menerima kewajiban tanpa memedulikan nasib warga yang dipercayainya?” tegas warga.
Karena keadaan yang terus terabaikan, warga pun meminta perhatian langsung Bupati Kubu Raya, Bapak Sujiwo. Mereka memohon agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap Desa Sungai Nibong.
“Kami tidak ingin desa kami disebut sebagai desa mati, desa tertinggal, atau desa yang ditinggalkan penghuninya karena tidak ada harapan. Kami ingin diperlakukan sama seperti desa-desa lain yang sering Bapak kunjungi dan perhatikan. Jangan biarkan Kepala Desa kami berdiam diri sementara kehidupan kami semakin sulit karena jalan yang rusak terlantar,” harap warga.
Warga berharap Bupati Kubu Raya segera turun tangan, memeriksa kinerja kepala desa yang selama ini dinilai tidak membuahkan hasil, dan memastikan pembangunan serta perbaikan jalan segera terlaksana demi kelangsungan hidup masyarakat Desa Sungai Nibong.
Sumber: Informasi dari Masyarakat Desa Sungai Nibong













