Disorot LAKSRI dan Publik,Proyek Rabat Beton PUPR Kabupaten Sambas di Duga Gagal Mutu

  • Bagikan

Sambas, Kalimantan Barat

Proyek rabat beton milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat di Desa Sepuk Tanjung, tepatnya di Kecamatan Sebawi, menjadi sorotan publik. Proyek yang baru selesai dikerjakan itu dilaporkan sudah mengalami pecah di beberapa bagian dan keretakan cukup serius.

Kerusakan tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta kualitas mutu beton yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai komposisi campuran material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Proyek tersebut bersumber dari dana DAU Tahun Anggaran 2026.
Dengan Pelaksana kegiatan adalah CV ARLI KONTRAKTOR.

Hasil pantauan dan investigasi lapangan yang dilakukan DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKSRI) Kabupaten Sambas menemukan indikasi kegagalan mutu pekerjaan. Anggota Bidang Investigasi dan Verifikasi DPC LAKSRI Sambas, Gustian, menilai proyek tersebut tidak memenuhi standar kualitas.

“Pekerjaan rabat beton Jalan Desa Sepuk Tanjung yang dikerjakan CV ARLI Kontraktor baru sekitar satu bulan selesai, namun sudah mengalami keretakan dan pecah cukup serius. Ini menunjukkan rendahnya mutu pekerjaan akibat lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Sambas sebagai pemilik anggaran,” ujar Gustian kepada Media NadiBerita, Senin (26/10/2026).

Gustian juga mendesak agar pihak terkait, termasuk bagian pemeriksaan keuangan serta tim penilai pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten Sambas, segera melakukan pemeriksaan dan audit ulang terhadap proyek tersebut.

“Kami meminta agar proyek rabat beton Jalan Desa Sepuk Tanjung ini segera diperiksa dan diaudit karena diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,karena ke takut tidak akan bertahan lama masyarakat akan menggunakan jalan tersebut” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana CV Arli Kontraktor dan Dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi. Media NadiBerita menyatakan akan terus melakukan upaya konfirmasi dan investigasi lanjutan di lapangan.

Tim Redaksi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *