Debu dan Kebisingan Ganggu Warga, Aktivitas Dam Truck Proyek Vihara di Kelurahan Sedau Dihentikan Sementara

  • Bagikan
Oplus_131072

*NadiBerita* SINGKAWANG_ — Warga RT 22 dan RT 23 RW 004, Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang menolak aktivitas keluar masuk dam truck proyek Vihara Cakra Wala Darma. Debu, kebisingan, dan kerusakan jalan dinilai meresahkan lingkungan.

 

Menurut warga, lalu lintas dam truck yang terjadi setiap hari sudah melampaui batas toleransi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Lalu lintas dam truck yang keluar masuk setiap hari membuat warga resah. Debu beterbangan masuk rumah, bising dari pagi sampai sore, dan jalan lingkungan jadi cepat rusak. Anak-anak juga terganggu saat main,” ujar salah seorang warga, Jumat, 17 Juli 2026.

 

Ketua RT 23 Kaliasin, Kel Sedau, Ng Saucung, memastikan aktivitas kendaraan dam truck untuk sementara dihentikan. Penghentian dilakukan setelah warga melakukan musyawarah.

 

“Kami sudah rembuk dengan warga RT 22 dan RT 23. Untuk sementara aktivitas dam truck kami hentikan dulu sambil menunggu solusi bersama dari pihak pengelola, kelurahan, dan pihak terkait. Pembangunan boleh jalan, tapi jangan sampai merugikan warga,” ujar Ng Saucung.

 

Ia menambahkan, warga tidak menolak pembangunan Vihara. Namun warga meminta ada penataan jadwal operasional kendaraan, penyiraman jalan untuk mengurangi debu, dan perbaikan jalan yang rusak akibat lalu lintas dam truck.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pembangunan Vihara Cakra Wala Darma belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga.

Dedek S

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *