Nasi Lemak Al-SULTANe Dipersembahkan di Istana Amantubillah Sempena Robo’-Robo’ 2026

  • Bagikan

NADIBERITA.com | MEMPAWAH – 11 AGUSTUS 2026 Istana Amantubillah Kerajaan Mempawah menjadi lokasi istimewa bagi demonstrasi masakan “Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe” yang dipersembahkan dalam rangka Majelis Pengelaran Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tradisi Robo’-Robo’, Kalimantan Barat, Indonesia. Rabu, 26 Agustus 2026.

Demonstrasi masakan istimewa tersebut dipandu oleh Ts. Mohd Fadzil bin Yaakob, yang mempersembahkan hidangan nasi lemak beridentitas Melayu Malaysia kepada Raja Mempawah XIV, Baginda Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha, S.T.

Lebih istimewa, resep tersebut merupakan hasil kreativitas Ts. Mohd Fadzil bin Yaakob bersama istrinya, Masdiana binti Muda, yang menciptakan sebuah resep khusus berkonsep sajian kerajaan dengan nama “Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe”.

Resep tersebut juga telah mendapatkan pengakuan dari Perbadanan Harta Intelek Malaysia (MyIPO) dengan nomor CLY2026T04052, sekaligus menjadi salah satu elemen penting dalam upaya memperkenalkan inovasi makanan warisan Melayu ke tingkat regional.

Dipersembahkan kepada Raja Mempawah XIV

Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe dipersembahkan secara khusus kepada Raja Mempawah XIV, Baginda Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha, S.T., sebagai simbol persahabatan, penghormatan serta hubungan budaya antara Malaysia dan Kerajaan Mempawah.

Persembahan tersebut memiliki makna tersendiri karena berlangsung di Istana Amantubillah, yang menjadi pusat sejarah dan simbol pemerintahan Kerajaan Mempawah.

Kehadiran hidangan warisan Melayu Malaysia dalam acara kebudayaan Mempawah juga memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi media untuk mempererat hubungan masyarakat serumpun serta menjadi bagian dari diplomasi budaya Malaysia–Indonesia.

Buah naga sebagai pewarna alami

Salah satu keistimewaan utama Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe adalah penggunaan buah naga sebagai bahan alami dalam proses penyediaan nasi.

Buah naga digunakan sebagai pewarna alami, sehingga memberikan warna yang menarik pada nasi tanpa bergantung pada pewarna makanan sintetis. Pada saat yang sama, penggunaan buah naga juga bertujuan memberikan nilai tambah dari aspek nutrisi pada hidangan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya menggabungkan unsur warisan, inovasi dan pemakanan dalam satu sajian tradisional.

Penggunaan bahan alami tersebut juga menjadikan persembahan nasi lemak ini lebih unik dari segi warna, tampilan dan identitas, sekaligus membuka ruang bagi inovasi terhadap makanan warisan Melayu.

Menurut Ts. Mohd Fadzil bin Yaakob, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan sentuhan baru kepada nasi lemak tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

“Penggunaan buah naga sebagai pewarna alami bukan hanya memberikan keunikan kepada nasi lemak ini dari segi warna dan tampilan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari aspek nutrisi. Kami ingin menunjukkan bahwa makanan warisan dapat terus dikembangkan melalui inovasi tanpa menghilangkan identitas dan nilai tradisinya,” katanya.

Menghubungkan dua warisan Melayu

Persembahan Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe dalam suasana Tradisi Robo’-Robo’ juga membawa pesan mengenai hubungan sejarah dan budaya masyarakat Melayu di kawasan Nusantara.

Robo’-Robo’ merupakan tradisi masyarakat Mempawah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kerajaan Mempawah dan kedatangan Opu Daeng Manambon ke Mempawah.

Tradisi Robo’-Robo’ telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 dan menjadi salah satu warisan budaya penting di Kalimantan Barat.

Dalam konteks tersebut, pengenalan Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe bukan sekadar sebuah demonstrasi memasak, tetapi juga sebagai upaya mempertemukan warisan gastronomi Melayu Malaysia dengan sejarah, tradisi dan identitas budaya Mempawah.

Kolaborasi Malaysia–Indonesia

Penghasilan dan pengenalan Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe turut melibatkan kerja sama beberapa organisasi dari Malaysia dan Indonesia.

Pihak-pihak yang terlibat antara lain:

1. Primula Beach Hotel Kuala Terengganu, Malaysia

2. Konsulat Malaysia di Pontianak, Kalimantan Barat, Republik Indonesia

3. PT Nafa Sova World, Jakarta, Republik Indonesia

4. Countless World Sdn. Bhd., Malaysia

Kolaborasi lintas negara tersebut memperlihatkan potensi makanan tradisional sebagai media diplomasi budaya, pariwisata, inovasi pangan dan ekonomi kreatif.

Kerja sama ini juga menjadi contoh bagaimana makanan warisan dapat dikembangkan melalui jaringan strategis antara institusi, pihak industri dan masyarakat dari kedua negara.

Dari Kuala Terengganu ke Mempawah

Upaya memperkenalkan Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe di Mempawah juga memperlihatkan perjalanan sebuah makanan tradisional dari Kuala Terengganu, Malaysia ke bumi Mempawah, Kalimantan Barat.

Nasi lemak yang identik dengan makanan Malaysia diberikan sentuhan baru melalui penjenamaan Sari Mempawah™, sekaligus menggabungkan unsur gastronomi Melayu dengan latar sejarah dan budaya Kerajaan Mempawah.

Penggunaan buah naga sebagai pewarna alami memberikan ciri tersendiri pada sajian tersebut, menjadikan tampilannya lebih menarik sekaligus memiliki nilai inovasi.

Menurut Ts. Mohd Fadzil, makanan tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk budaya dan ekonomi kreatif apabila inovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai asalnya.

“Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe ini kami hasilkan bukan sekadar sebagai sebuah hidangan, tetapi sebagai simbol persahabatan antara Malaysia dan Mempawah. Ia membawa cerita, identitas, kreativitas dan warisan masyarakat Melayu,” katanya.

Makanan sebagai jembatan persahabatan

Persembahan Nasi Lemak Al-SULTANe di Istana Amantubillah akhirnya membawa sebuah pesan yang lebih besar, yaitu makanan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah, budaya dan masyarakat.

Melalui kolaborasi Malaysia–Indonesia, warisan makanan bukan hanya dapat dilestarikan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bagi Mempawah, kehadiran hidangan nasi lemak yang diperkenalkan dari Malaysia dalam suasana adat dan budaya Kerajaan Mempawah memberikan warna tersendiri pada perayaan Robo’-Robo’ 2026.

Bagi Malaysia pula, persembahan tersebut menjadi salah satu bentuk diplomasi gastronomi yang memperkenalkan kekayaan makanan Melayu kepada masyarakat Kalimantan Barat.

Lebih dari sekadar hidangan, Sari Mempawah™ Nasi Lemak Al-SULTANe membawa cita rasa, kreativitas, warisan dan persahabatan dua negara serumpun dari meja hidangan ke panggung budaya Nusantara.

Dari Kuala Terengganu menuju Istana Amantubillah, nasi lemak menjadi bahasa persahabatan yang menyatukan Malaysia dan Mempawah dalam semangat warisan, budaya dan Nusantara.(Rzl)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *