NADI BERITA ID// Sabtu 25 Oktober 2025 Proyek Jalan Jangkang 2–Teluk Nangka Diduga Bermasalah, Warga Mendesak Kapolres dan Kejari Kubu Raya Turun Tangan
Proyek senilai Rp1,15 miliar dari APBD 2025 dikeluhkan warga karena material diduga tidak sesuai, jalan cepat rusak, dan pekerja tidak dilengkapi alat keselamatan.
Kubu Raya, Kalbar — Proyek pembangunan jalan Jangkang 2–Teluk Nangka yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2025 senilai Rp1.159.885.000,00 (satu miliar seratus lima puluh sembilan juta delapan ratus delapan puluh lima ribu rupiah), menuai sorotan dan keluhan dari warga setempat.
Proyek ini dikerjakan oleh CV. Amukti Palapa Khatulistiwa dengan CV. Arie Mandiri sebagai konsultan pengawas. Berdasarkan pantauan tim media dan laporan warga, pekerjaan di lapangan dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat maupun standar teknis konstruksi jalan.
Warga: “Belum Selesai Sudah Tampak Rusak!”
Sejumlah warga Jangkang 2 menyampaikan keluhan terkait kondisi proyek yang terkesan dikerjakan asal-asalan dan campuran material yang tidak sesuai. Mereka khawatir jalan yang baru dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu tidak akan bertahan lama.
“Baru beberapa minggu dikerjakan, sudah kelihatan tidak padat dan cepat rusak. Kami kecewa karena uang rakyat terbuang percuma,” ujar Budi (42), warga Teluk Nangka.
Warga lainnya, Sulastri (37), menambahkan bahwa jalan alternatif yang digunakan selama proses pengerjaan juga sangat parah saat hujan, membuat warga kesulitan beraktivitas.
“Kalau hujan, jalan becek parah. Motor susah lewat. Anak-anak mau ke sekolah pun susah. Katanya pembangunan untuk rakyat, tapi malah bikin susah,” keluhnya.
Pekerja Tanpa APD, Diduga Pengawasan Lemah:
Temuan tim media di lapangan menunjukkan bahwa para pekerja proyek tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan keselamatan kerja yang diwajibkan pemerintah. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pengawasan dari pihak pelaksana dan konsultan tidak berjalan maksimal.
“Proyek sebesar ini seharusnya dikerjakan profesional, bukan asal-asalan. Keselamatan kerja pun harus dipatuhi,” kata salah satu aktivis masyarakat setempat.
Warga Minta Audit dan Penegakan Hukum:
Melihat kondisi tersebut, masyarakat setempat mendesak aparat penegak hukum — khususnya Kapolres dan Kejaksaan Negeri Kubu Raya — untuk segera mengaudit dan memeriksa proyek tersebut.
“Kami minta aparat hukum jangan tutup mata. Audit proyek ini, lihat sendiri kondisinya di lapangan. Jangan sampai proyek jalan ini hanya jadi ajang mencari keuntungan kontraktor dan oknum tertentu,” tegas seorang tokoh masyarakat Jangkang ( DUA).
Warga juga berharap agar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kubu Raya melakukan evaluasi terhadap kualitas dan pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD tersebut.
Tim Media Turun Langsung, Bukti Visual Ditemukan:
Tim media melakukan investigasi langsung di lokasi dan mengambil dokumentasi foto serta video kondisi proyek. Dari hasil pengamatan, tampak permukaan jalan tidak rata, campuran material kurang padat, serta drainase belum berfungsi optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat Berharap Pemerintah Bertindak Cepat:
Warga menilai bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya formalitas penghabisan anggaran.
“Kalau seperti ini terus, jalan baru dibangun dua tahun sudah rusak lagi. Kami hanya ingin pembangunan yang benar dan bisa dirasakan manfaatnya,” tutup salah satu warga.
Tim-Red/ML
Nadi berita. Id// Aktual dalam pemberitaan














