BGN Perkuat Pencegahan Kejadian Menonjol MBG, Luncurkan Aplikasi Pemantauan Kualitas Makanan di Sekolah

  • Bagikan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, didampingi Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, dalam aplikasi “Reviu MBG” sebagai langkah penguatan sistem pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung dan real-time di lapangan, Selasa (26/5).

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat langkah pencegahan kejadian menonjol dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peluncuran aplikasi digital pemantauan kualitas layanan MBG yang dapat digunakan langsung di tingkat sekolah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengatakan penguatan sistem pengawasan menjadi salah satu fokus utama BGN untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjaga kualitas layanan bagi penerima manfaat.

“Fokus utama kami adalah pencegahan. Bagaimana meningkatkan awareness seluruh pelaksana di lapangan agar potensi kejadian menonjol dapat diminimalkan sejak awal,” ujar Sony dalam peluncuran aplikasi Reviu MBG, Senin (22/6).

Menurut Sony, penguatan aspek pencegahan dilakukan dengan membangun keterlibatan aktif seluruh unsur pelaksana program, mulai dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, hingga mitra penyelenggara.

Melalui aplikasi Reviu MBG, sekolah turut dilibatkan dalam sistem pengawasan kualitas makanan. Penanggung jawab (PIC) sekolah dapat memberikan penilaian langsung saat makanan diterima sebelum didistribusikan kepada peserta didik.

Beberapa aspek yang menjadi indikator penilaian meliputi ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, kualitas menu, rasa dan aroma makanan, hingga variasi menu yang diterima siswa.

Sistem tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen deteksi dini untuk mencegah potensi permasalahan kualitas pangan, termasuk makanan yang tidak layak konsumsi.

“Aplikasi ini menjadi salah satu instrumen kontrol bersama agar kualitas MBG tetap terjaga dan pelaksanaannya semakin baik,” kata Sony.

Selain menjadi sarana evaluasi internal, aplikasi Reviu MBG juga diharapkan memperkuat mekanisme kontrol sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Data penilaian yang masuk secara langsung dari sekolah akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan pelaksanaan MBG secara nasional.

Melalui inovasi digital tersebut, BGN menargetkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin optimal dalam mendukung upaya peningkatan kualitas gizi anak Indonesia.

“Harapannya, anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan ceria melalui layanan MBG yang semakin berkualitas,” ujar Sony.

Peluncuran aplikasi Reviu MBG menjadi bagian dari penguatan tata kelola Program MBG berbasis pencegahan dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan kualitas pelayanan terus meningkat secara berkelanjutan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *