Sayan, nadiberita.id 30 Maret 2026
Manajemen SPBU 66.786.04 Sayan akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan sejumlah media yang menuding adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Pihak manajemen menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan dinilai sebagai informasi yang tidak berdasar atau hoaks.
Perwakilan manajemen SPBU menyampaikan bahwa seluruh kegiatan operasional, khususnya dalam penyaluran BBM bersubsidi, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berada dalam pengawasan sistem distribusi resmi.
“Kami memastikan bahwa distribusi Pertalite di SPBU kami berjalan sesuai prosedur. Tidak ada praktik penyelewengan seperti yang dituduhkan.
Informasi yang beredar tersebut tidak sesuai fakta di lapangan,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Menanggapi isu pengisian BBM menggunakan jeriken yang disebut sebagai bentuk pelanggaran, pihak SPBU menjelaskan bahwa praktik tersebut tidak serta-merta melanggar aturan, selama dilakukan sesuai mekanisme dan memiliki izin atau rekomendasi dari pihak berwenang.
Selain itu, manajemen juga meluruskan informasi terkait penghentian operasional SPBU yang sempat terjadi. Dijelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan stok pasokan BBM dari depot, bukan karena upaya menghindari pengawasan sebagaimana yang diberitakan.
“Penghentian layanan saat itu murni karena stok habis. Hal ini merupakan kendala teknis yang bisa terjadi dalam proses distribusi BBM,” jelasnya.
Pihak manajemen turut menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak mengedepankan prinsip keberimbangan serta tidak melakukan konfirmasi secara langsung sebelum dipublikasikan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk transparansi, manajemen SPBU 66.786.04 Sayan menyatakan kesiapan untuk diperiksa oleh instansi terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Kami terbuka terhadap pemeriksaan dari aparat penegak hukum maupun lembaga pengawas. Kami yakin tidak ada pelanggaran dalam operasional kami,” tegasnya.













