NadiBerita.Com | SUNGAI PINYUH – Sejumlah pihak mempertanyakan Transparansi pelaksanaan proyek Pekerjaan Rambat Beton Digang Pancasila, RT. 11/ RW. 06 Kelurahan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
02 Januari 2026, Dari hasil investigasi awak Media bersama LSM dilapangan, Proyek Pekerjaan Aspal yang berada Digang Pancasila Kabupaten Mempawah, Diduga kuat tidak sesuai dengan bestek atau petunjuk teknis yang ada dalam perencanaan awal.
Sorotan paling tajam muncul pada kualitas Fisik beton. Istilah “proyek asal jadi”. Laporan dari warga di lapangan melukiskan gambaran pekerjaan yang diduga tak sesuai Spesifikasi Teknis ( SPEKTEK ) dan RAB.
Proyek Pekerjaan Rambat Beton yang diharapkan Masyarakat menciptakan sarana jalan yang baik dan berkualitas, justru menuai kritik tajam, Alih-alih jadi cerita sukses bagi masyarakat, akan tetapi proyek ini disebut-sebut berubah menjadi “proyek asal jadi.”
Keluhan yang muncul bukan sekedar menjadi pertanyaan, tetapi kekecewaan serius pada pelaksanaan program.
Konsekuensinya sangat fatal. Pekerjaan yang dibangun seharusnya bermanfaat untuk warga setempat dan berfungsi selama bertahun-tahun, kini terancam rapuh dan cepat rusak. Anggaran negara terancam menjadi sia-sia.
temuan yang paling konsisten di lapangan adalah tidak ditemukan plang proyek / papan nama proyek, serta kondisi Mutu Beton yang sangat buruk, terkelupas, membuatnya dijuluki sebagai proyek “asal jadi”.
Praktik ini ditemukan Digang Pancasila Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, saat diminta tanggapan, ia memberikan keterangan,”saya warga penduduk sini, proyek ini baru saja dikerjakan 3 hari, akan tetapi kualitas pekerjaan proyek ini sangat tidak baik, banyak yang hancur dan saat melewati lokasi banyak beton yang terkelupas dan timbul pasir,”ujarnya kepada media.
Rizal, Selaku Ketua Lembaga Rajawali Garda Pemuda Indonesia ( RGPI) Kabupaten Mempawah, menyayangkan minimnya keterbukaan dalam proyek tersebut.
Saat diminta tanggapannya terkait pekerjaan tersebut, ia mengatakan,”kalau pekerjaan yang belum selesai dan kondisinya sudah seperti ini, berarti didalam pengerjaannya, sioknum kontraktor proyek tersebut disinyalir mengerjakan proyek itu tidak sesuai dengan spesifikasi, Bayangkan saja, proyek pekerjaan rambat beton yang baru dikerjakan seumur jagung, akan tetapi kondisinya seperti ini, berarti ada indikasi material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, bahaya itu,”ucapnya kepada media.
“kualitas dan mutu pekerjaan ini jelas tidak baik, dari titik awal saja sudah tidak baik apalagi hingga akhir pasti mutunya tidak baik juga. jelas proyek asal-asalan, pekerjaan proyek yang tidak dilakukan dengan benar, harus diusut dan diperiksa APH,”ujar Rizal kepada media.
Ia menegaskan,”pekerjaan ini juga jelas tidak dikerjakan sesuai aturan yang berlaku, Ini jelas tidak sesuai standar. baru beberapa hari dikerjakan sudah mengalami kerusakan dan kejelasan proyek ini pun tidak jelas tidak memiliki papan pelang,” tegasnya.
Ia menambahkan,”selama pemantauan berlangsung, tidak terlihat PPK maupun konsultan pengawas, Kegiatan ini seperti berjalan liar, tanpa kendali. Sangat wajar jika publik mempertanyakan kualitas dan prosedurnya,”ujarnya lagi.
” Ia turut mempertanyakan fungsi PPK dan konsultan pengawas yang semestinya memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak dan spek teknis.”
“Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Terkait harus ambil tindakan tegas. Lakukan monitoring dan evaluasi terhadap material serta metode pelaksanaan proyek. Jangan sampai kegiatan tersebut hanya menjadi ajang untuk mengeruk keuntungan saja,” tegasnya.
Publik kini menunggu transparansi dan sikap tegas dari pemerintah daerah agar proyek yang menggunakan anggaran negara ini berjalan sesuai aturan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan ditayangkannya Pemberitaan ini, Sekaligus Sebagai laporan untuk Aparat Penegak Hukum ( APH ) seperti Tipikor, Polres Mempawah, Kejari Mempawah dan Kejati Kalimantan Barat untuk terjun langsung kelapangan mengawasi proyek tersebut yang berada dikabupaten Mempawah.(Tim)












