Pekerjaan tanpa papan nama Proyek Drainase Dikuala Tebas Kabupaten Sambas, Menjadi Sorotan. Diduga Dikerjakan tidak sesuai Spesifikasi Teknis

  • Bagikan

NadiBerita.Com | Tebas Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi pelaksanaan Proyek Drainase Kabupaten Sambas. Senin, 08/12/2025.

Informasi ini bermula dari adanya keluhan warga yang melintasi jalan kuala Tebas Kabupaten Sambas, kemudian Tim Media bersama rekan-rekan dari LSM pun langsung mengecek ke absahan informasi tersebut, pada, sabtu (6/12/2025).

Saat tiba dilokasi tersebut, tim langsung menghampiri salah satu Warga setempat yang sering di sapa Along, kemudian “Along menyatakan Harapannya proyek drainase ini bisa membantu, tapi kualitasnya kayak gini, khawatir malah jadi tambahan masalah,” ujar salah satu warga.

Kondisi yang terjadi juga mendapat sorotan dari tim Investigasi sejumlah media dan LSM saat melakukan penelusuran dilapangan.

Sorotan paling tajam muncul pada kualitas fisik Drainase. Istilah “proyek asal jadi”. Keterangan dari salah satu pekerja yang tidak ingin di sebutkan namanya di lapangan saat di mintai keterangan, bahwa papan nama / plang proyek ada, dan pekerjaan ini dikerjakan oleh salah satu warga yang berdomisili di Sambas Inisial BSR,” ujarnya kepada media.

Proyek Drainase yang diharapkan Masyarakat menciptakan sarana yang baik dan berkualitas, justru menuai kritik tajam, Alih-alih jadi cerita sukses bagi masyarakat, kini berubah menjadi “proyek asal jadi”.

Salah satu temuan yang paling Konsisten di Lapangan adalah hilangnya papan informasi proyek. Tanpa papan nama, sebuah proyek sontak menjadi anonim, tanpa identitas yang jelas. Publik tak bisa mengetahui siapa pelaksananya, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, dan berapa volume pekerjaannya. Proyek ini seolah berjalan dalam senyap, membuatnya dijuluki sebagai “proyek siluman”.

Keluhan yang muncul bukan sekedar menjadi pertanyaan, tetapi kekecewaan serius pada pelaksanaan proyek tersebut.

Rizal, Ketua Lembaga Rajawali Garda Pemuda Indonesia ( RGPI ). menyayangkan minimnya keterbukaan dalam pekerjaan proyek tersebut.

“Kami sangat prihatin, berdasarkan keterangan salah satu pekerja menyatakan bahwa plang / papan nama proyek ada, Tapi FAKTANYA saat saya Cek dilokasi dari titik awal sampai titik akhir pekerjaan proyek tersebut tidak ditemukannya plang / papan proyek,” Ujar Rizal.

Ia Menambahkan, “Dugaan kami kenapa Proyek dengan Anggaran yang sangat besar ini dikerjakan tidak sesuai Spesifikasi Teknis dan RAB. padahal sudah diatur oleh undang undang, tetapi masih saja ada kontraktor proyek mengabaikannya, hal ini sudah jelas, Sioknum Kontraktor tersebut hanya ingin Meraup KEUNTUNGAN PRIBADI, dan akan kami Laporkan temuan kami kepada APH terkait, Sabtu (6/12/2025).”

Praktik ini ditemukan di lokasi Kuala Tebas, Kabupaten Sambas, menjalankan proyek tanpa memasang papan informasi.

“Absennya papan informasi ini bukanlah kelalaian sepele. Ini adalah pelanggaran terhadap Perpres No. 54 Tahun,” ujar Rizal.

Ia Menegaskan, “Dugaan pelanggaran juga menyangkut lemahnya pengawasan dari Dinas Terkait. Sampai berita ini diterbitkan, kontraktor dan pengawas dinas belum dapat dikonfirmasi karena terkendala komunikasi dan tidak ada di lokasi,”.

Media dan Lembaga Swadaya Masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini, guna memastikan penggunaan uang negara tidak disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi saja dan Mengabaikan Manfaat untuk Masyarakat.(Tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *