Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa untuk Pembelian Lahan Fasum di Landau Badai: Proses Pengadaan SMK dan Tower Mini Dipertanyakan

  • Bagikan

Kapuas Hulu, Kalbar – Nadi.Berita //

Dugaan penyalahgunaan dana desa kembali mencuat di wilayah Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Warga menyoroti adanya indikasi transaksi jual beli lahan fasilitas umum (Fasum) yang sejatinya berstatus hibah untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan tower mini telekomunikasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, oknum perangkat desa diduga menggunakan dana desa untuk membeli lahan yang seharusnya tidak diperjualbelikan karena termasuk tanah hibah untuk kepentingan publik. Tindakan tersebut dinilai mencurigakan dan berpotensi merugikan keuangan desa, serta bertentangan dengan petunjuk penggunaan dana desa dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.

Seorang warga Landau Badai mengungkapkan bahwa penggunaan dana desa yang tidak sesuai peruntukannya dapat berdampak fatal terhadap pembangunan lokal.

“Dana desa itu seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan sesuai arahan bupati atau pusat. Kalau malah dipakai untuk jual beli lahan hibah, jelas menyalahi aturan dan bisa merugikan desa secara luas,” ujarnya.

Selain itu, dugaan penyalahgunaan anggaran ini dinilai dapat menghambat realisasi program-program pembangunan lainnya karena sebagian dana dialihkan untuk kegiatan yang tidak semestinya.

“Akibat salah kelola, bisa-bisa program pembangunan di desa tidak berjalan karena anggarannya digunakan untuk jual beli lahan fasum,” tambah sumber lainnya.

Warga kini mendesak agar inspektorat, camat, dan aparat penegak hukum segera turun tangan memeriksa dugaan tersebut. Penggunaan dana desa di luar ketentuan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan jabatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Desa Landau Badai belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penggunaan dana desa untuk pembelian lahan tersebut.

Nadi Berita akan terus melakukan penelusuran dan menghadirkan informasi berimbang dari semua pihak terkait.

(Adi Chandra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *